Thursday, December 15, 2011

Sekilas Tentang Difteri

         Sekilas,gejala awal difteri mirip dengan flu. Tenggorokan terasa sakit saat menelan, hidung berlendir sperti pilek, dan demam. Lalu, sehari atau dua hari kemudian, di langit-langit mulut dan di bagian dalam leher akan timbul lapisan putih. Sesudah itu, leher akan membesar. Ini akibat dari pembengkakan jaringan di bagian dalam leher. Saat ini, para penderita akan mengalami sesak nafas dan rasa semakin sakit saat menelan.

         Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang bernama Corynebacterium diphteriae. Bakteri ini tak hanya menyerang daerah hidung. Bagian tubuh lain yang biasa diserang adalah pita suara, kulit , mata , dan telinga. Bakteri  Corynebacterium diphteriae ini mudah sekali menyebar. Misalnya, saat terkena percikan ludah yang mengandung bakteri. Terutama saat penderita batuk, bersin, atau bicara. Bisa juga lewat penggunaan barang-barang penderita. Misalnya, gelas atau handuk.

         Jika tidak diobati dengan cepat dan baik, difteri bisa menyebabkan penyakit berat lainnya. Racun difteri menyebar lewat aliran darah. Dalam waktu sangat cepat, racun bisa menyerang jantung. Karena itulah, jantung penderita difteri perlu diperiksa secara khusus. Racun difteri juga bisa menyerang ginjal dan organ tubuh penting lainnya. Bahkan, bisa menimbulkan kelumpuhan pada beberapa organ tubuh. Seperti langit-langit mulut, mata, dan tangan. Difteri yang terlambat ditangani, bisa menyebabkan kematian. Seperti wabah yang belum lama terjadi di Jawa Timur. Salah satu pencegahan tertular dari penyakit ini adalaha dengan imuninasi DPT. Imuninasi ini diberikan waktu bayi dan diulang kembali saat kita duduk di sekolah dasar.
Imunisasi ini untuk pembentukan antibodi terhadap racun bakteri difteri.
   

0 comments: